Cara FT UI Bantu Anak-Anak Korban Gempa Sulteng

181

Setahun sejak gempa melanda Sulawesi Tengah, masih banyak anak-anak yang belum dapat bersekolah dengan layak karena sekolahnya rusak akibat gempa. Untuk membantu anak-anak tersebut agar tetap bersekolah, Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI), Klaster Perancangan Departemen Arsitektur FTUI, Ikatan Alumni (ILUNI) UI, ILUNI FTUI, ILUNI Arsitektur FTUI, serta FUSI Foundation bekerjasama dengan Fakultas Teknik Universitas Tadulako, telah berhasil menyelesaikan pembangunan Sekolah Indonesia Cepat Tanggap yang ketujuh dan kedelapan.

Sekolah-sekolah tersebut adalah PAUD KB Nipotove Sambo yang berlokasi di Desa Sambo, Dolo Selatan, Sigi, dan TK Biru Mutiara Nagaya yang berlokasi di BTN Palu Nagaya, Balaroa, Palu, yang siap diresmikan pada tanggal 13 Desember 2019.

Menurut pernyataan pers Fakultas Teknik Universitas Indonesia, Senin (16/12/2019), peresmian sekolah tersebut dihadiri oleh Gubernur Sulawesi Tengah Drs. H. Longki Djanggola, M.Si, Dekan Fakultas Teknik Universitas Indonesia Dr. Hendri D.S. Budiono, M. Eng, Ketua Umum Ikatan Alumni (ILUNI) Universitas Indonesia Andre Rahadian, Ketua Ikatan Alumni (ILUNI) FTUI Cindar Hari Prabowo, Ketua Ikatan Alumni (ILUNI) Arsitektur FTUI Budi Wasono, Guru Besar Arsitektur FTUI Prof. Yandi Andri Yatmo dan Prof. Paramita Atmodiwirjo, dan Ketua Jurusan dan Koordinator Program Studi Arsitektur Universitas Tadulako Dr. Fuad Subaidi dan Dr. Muhammad Bakri, serta perangkat desa dan masyarakat sekitar.

Dekan FTUI Dr. Ir. Hendri D.S. Budiono M.Eng menuturkan, Sekolah Indonesia Cepat Tanggap merupakan inisiatif dan juga komitmen UI dalam mewujudkan kesempatan belajar yang terbaik bagi anak Indonesia.

“Sekolah Indonesia Cepat Tanggap tidak hanya menjadi sebuah bentuk pengabdian kepada masyarakat namun juga merupakan sebuah prestasi yang perlu menjadi sebuah inisiatif berkelanjutan,” ujarnya.

Sistem bangunan sekolah modular pada Sekolah Indonesia Cepat Tanggap saat ini sedang dalam proses memperoleh paten. Pembangunan sekolah di Palu dan Sigi dilaksanakan dengan melibatkan partisipasi para mahasiswa dari Universitas Indonesia dan Universitas Tadulako serta partisipasi masyarakat sekitar.

Inisiatif Sekolah Indonesia Cepat Tanggap ini telah digagas sejak pasca gempa di Lombok dan Sulawesi Tengah pada tahun 2018 di berbagai wilayah yang terkena gempa. Hingga saat ini telah dibangun sebanyak delapan sekolah yang meliputi SD, TK, PAUD-KB dan pesantren yang berlokasi di Lombok Barat, Sumbawa, Palu dan Sigi, yang dapat menampung tidak kurang dari 500 siswa.

Inisiatif ini telah meraih penghargaan FuturArc Green Leadership Award 2019 pada tanggal 23 April 2019, terpilih di antara karya-karya dari Asia Pasifik. Penghargaan ini diberikan atas rancangan sekolah yang didesain oleh tim dari Klaster Perancangan Arsitektur Departemen Arsitektur FTUI dengan prinsip desain modular berupa unit-unit yang dapat disusun secara plug and play serta dapat dibangun secara cepat.

Bangunan sekolah TK dan PAUD yang diresmikan terdiri dari unit-unit ruang kelas, selasar, ruang transisi, tribun, jamban dan tempat cuci tangan, dan dilengkapi dengan berbagai mural pada permukaan dinding dan lantai sebagai sarana belajar serta mengasah kemampuan indera dan motorik bagi anak-anak. Masing-masing sekolah ini diselesaikan dapat waktu yang sangat singkat yaitu 2-3 minggu. |ng

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here