Pengmas Vokasi UI Bimbing Nelayan Sadar Wisata Pesisir Jakarta

175

Tim Pengabdi Masyarakat Vokasi Universitas Indonesia (UI)  melakukan sosialisasi sadar wisata dan pelatihan aktivitas terhadap 100 nelayan guna  meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan para nelayan serta daya tarik wisatawan di 12 Destinasi Wisata Pesisir Jakarta Utara.

Kegiatan Pengabdian Masyarakat (Pengmas) bertajuk “Bimbingan Teknis Gerakan Nelayan Sadar Digital Wisata Nelayan Jakarta Utara” yang dilakukan Tim Pengabdi Masyarakat Vokasi Universitas Indonesia (UI) yang terdiri atas 4 dosen dan 6 mahasiswa dari Program Studi Pariwisata dan Program Studi Komunikasi (Periklanan) itu berlangsung pada Minggu (05/05/2019) di Rusun Marunda Jakarta Utara.

“Latar belakang kegiatan pengmas ini dikarenakan nelayan yang berada di pesisir pantai utara Jakarta yaitu daerah Kamal Muara, Muara Baru, Muara Angke, Sunda Kelapa, dan Marunda, merupakan salah satu kelompok masyarakat marjinal di Jakarta,” ujar Ketua Pengabdi Vokasi UI, Priyanto S.S, M.Si, di Depok, Selasa (07/05/2019).

Di sisi lain, ungkapnya, daerah pesisir di Jakarta Utara telah menjadi wilayah penting dalam sejarah Jakarta yaitu awal peradaban kota Jakarta yang perlu dilestarikan. Selain itu, nelayan di Jakarta Utara juga mengalami kesulitan dalam menangkap ikan.

“Kondisi ini menyebabkan perlunya pemberdayaan nelayan agar dapat memperoleh pendapatan dari aktivitas ekonomi lain,” paparnya.

Pakar Pariwisata Vokasi UI, yang juga terlibat dalam kegiatan pengmas, Dr. Diaz Pranita menjelaskan bahwa Gerakan Sadar Wisata ini berupaya membekali para nelayan agen perubahan dengan materi tentang membangun pengalaman wisata dan gerakan sadar wisata membuat paket wisata 12 jalur destinasi wisata pesisir yang menarik, mempromosikan 12 jalur destinasi wisata pesisir melalui media digital dan teknik pemanduan wisata di 12 destinasi wisata pesisir.

“Terdapat potensi kampung nelayan menjadi atraksi bahari, kekayaan budaya dan sejarah bahari,” jelas Diaz.

Sejumlah arahan bagi para nelayan berupa pembuatan paket wisata, menyewakan perahu untuk wisata di sepanjang pesisir dan ke Kepulauan Seribu, menyiapkan kuliner khas Jakarta Utara, menjadi pemandu wisata, menyediakan homestay, dan mempertahankan upacara adat merupakan alternatif pekerjaan yang dapat dilakukan oleh nelayan.

Nelayan juga diajarkan mendukung kegiatan promosi dan publikasi secara digital dengan mengunggah kegiatan dan paket-paket wisata yang ditawarkan, edukasi kapan waktu yang tepat dan bagaimana tampilan efektif di media digital seperti Facebook dan Instagram.

Kegiatan ini juga menggandeng Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) DKI Jakarta yang diwakili oleh Irdi Rasidin. Diharapkan, kegiatan pengmas Vokasi UI dapat terus mendukung pekembangan ekononomi diberbagai sektor termasuk salah satunya adalah pariwisata. Dengan demikian para penerima manfaat dapat merasakan kehadiran dan peran dari UI secara nyata dan berkelanjutan.| ng

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here