Universitas Indonesia (UI) mengungguli Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Institut Pertanian Bogor (IPB) dalam QS Asian University Ranking 2020 yang dilakukan lembaga pemeringkat bergengsi dunia Quacquarelli Symonds (QS).

UI menduduki peringkat ke-59 di Asia berdasarkan QS Asian University Ranking 2020 yang dilakukan terhadap 550 perguruan tinggi Se-Asia.

Pemeringkatan QS Asian University Rankings menggunakan sebelas parameter. Terdapat satu indikator terbaru adalah International research network (10%) yang mengukur keterbukaan perguruan tinggi dengan dunia internasional dalam hal kolaborasi penelitian.

Sedangkan 10  indikator lainnya yaitu Academic reputation (30%) – mengukur unsur akademik secara menyeluruh , Employer reputation (20%) – mengukur kualitas tenaga pendidik perguruan tinggi , Faculty/student ratio (15%) –  mengukur keberlangsungan kegiatan belajar mengajar di perguruan tinggi , Citations per paper (10%)  mengukur jumlah kutipan (citation) pada setiap publikasi ilmiah yang dihasilkan para sivitas akademika perguruan tinggi , Paper per Faculty (10%) – mengukur jumlah publikasi ilmiah yang dihasilkan para sivitas akademika perguruan tinggi ; Staff with PhD  (5%) – mengukur proporsi pengajar dengan pencapaian jenjang akademik tertinggi yaitu Doktor,  Inbound Exchange Students (2.5%) – mengukur jumlah mahasiswa asing yang berkuliah ke perguruan tinggi tersebut dalam rangka pertukaran pelajar sedikitnya satu semester,  International Faculty (2.5%) – mengukur jumlah ekspatriat/tenaga pendidik asing di fakultas/perguruan tinggi,  International Student (2.5%) – mengukur jumlah mahasiswa asing di fakultas/perguruan tinggi, Outbond Exchange Students (2.5%) – mengukur jumlah mahasiswa perguruan tinggi tersebut yang berpartisipasi sedikitnya satu semester pada program pertukaran mahasiswa di level internasional.

Menanggapi pencapaian itu, Rektor UI Prof.Dr.Ir.Muhammad Anis, M.Met menyampaikan, UI terus berlari membawa bendera pendidikan nasional guna menghasilkan SDM yang mandiri dan unggul.

“Sejumlah upaya yang dilakukan UI berupa peningkatan kualitas dan kuantitas luaran riset terutama di jurnal ilmiah bereputasi tinggi , peningkatan kapabilitas organisasi dan SDM di dalam UI, peningkatan jumlah inovasi dan keterterapannya guna mendukung pembangunan berkelanjutan, pengembangan inovasi untuk efektivitas pembelajaran dan pengajaran serta lifelong learning, dan penguatan jejaring di kancah internasional serta peningkatan pendapatan UI,” ujar Anis, Sabtu (30/11/2019).

Menurutnya, pencapaian UI tidak terlepas dari pemenuhan keseluruhan parameter. Berdasarkan hasil kalkulasi yang dilakukan tim QS, UI juga unggul pada Kualitas Tenaga Pendidik, Reputasi Akademis, Jumlah Tenaga Pendidik Asing di UI serta Kegiatan belajar-mengajar di setiap fakultas.

Selain itu, indikator lain yang berhasil dipenuhi diantaranya peningkatan signifikan dalam publikasi jurnal. Di penghujung tahun 2019 ini, UI juga dinobatkan sebagai Perguruan Tinggi pertama di Asia dengan pertumbuhan publikasi tertinggi di Scopus. |ng

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here