UNEJ Wisuda 900 Lulusannya

157

Masa yang dinanti-nanti mahasiswa yang telah menyelesaikan kuliahnya akhirnya tiba. Universitas Jember (UNEJ)  mewisuda 900 lulusannya di Gedung Soetardjo, Sabtu  (23/02/2019).

Rektor Universitas Jember Moh. Hasan mengungkapkan bahwa semenjak berdiri di tahun 1964 hingga wisuda kali ini, Kampus Tegalboto telah meluluskan 98.958 sarjana dari berbagai jenjang. “Insya Allah di ulang tahunnya yang ke 55 pada bulan November nanti, maka Universitas Jember akan genap menyumbangkan seratus ribu sarjana untuk Indonesia, bahkan untuk dunia mengingat alumnus kita sudah tersebar di berbagai daerah,” tutur Moh. Hasan. Pada wisuda periode IV ini, ada wisudawan asal Thailand, yakni Asura Waengi yang merupakan lulusan Program Studi Pendidikan Biologi FKIP.

Sebagaimana tradisi dalam setiap wisuda, selalu ada penghargaan bagi wisudawan yang meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi dari tiap fakultas.  Untuk wisuda kali ini, Cagar Irwin Taufan Pamungkas, S.Ked., dari Fakultas Kedokteran meraih predikat wisudawan dengan IPK tertinggi di jenjang S1 dengan IPK 3,93. Taufan, begitu panggilan akrabnya menerima penghargaan dari Rektor Universitas Jember bersama koleganya dari Program Studi Diploma Teknik, Anindya Salsa Puspita Sari, AMd, dan Nur Alif Ryanto, AMd yang kebetulan meraih IPK yang sama, yakni 3,75.

Ditemui di sela-sela acara wisuda, Taufan yang asli Jember ini mengungkapkan rasa syukurnya berhasil melewati salah satu tahapan meraih gelar dokter yang sudah diidamkannya sejak kecil. “Alhamdulillah, tahapan sarjana kedokteran sudah terlampaui, kemudian lanjut ke tahapan ko asistensi,” ujar putra pasangan almarhum Winarto dan Iriyani ini.

Lulusan SMA Kesatuan Bangsa Yogyakarta ini sudah punya rancangan masa depan, ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang S2, memperdalam ilmu biomedis. “Cita-cita saya selain melanjutkan S2 juga ingin mengambil spesialis anak, sebab saat skripsi mengulas tema resiko kematian bayi pasca kelahiran. Setelah lulus maunya jadi dosen di almamater tercinta,” ujarnya sambil tersenyum.

Taufan yang merupakan anak kembar ini memang semenjak SMP selalu berprestasi, begitu pula kembarannya Cagar Irwin Bayu Pamungkas yang tengah kuliah di FMIPA ITS Surabaya. Di tahun 2011 dirinya meraih medali perak bidang biologi dalam Olimpiade IPA Nasional tingkat SMP. Gara-gara jadi juara ini, dirinya memperoleh beasiswa penuh bersekolah di SMA Kesatuan Bangsa Yogyakarta.

Saat duduk di bangku SMA, Irwin kembali meraih medali perak bidang biologi di Olimpiade IPA Nasional tingkat SMA di tahun 2013. Tidak hanya berkonsentrasi kuliah, Taufan pun aktif berorganisasi di Badan Eksekutif Mahasiswa, bahkan sempat menjadi Ketua UKM Paduan Suara Mahasiswa Fakultas Kedokteran. |wn

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here