Tim UI dan IPB Temukan Kandidat Potensial Cegah Covid-19 Dari Bahan Alam Indonesia

107

Virus corona sudah merebak ke segala penjuru dunia termasuk Indonesia. Hingga hari Minggu (15/03/2020) sudah ada 96  kasus positif Covid-19. Jumlah itu dipastikan akan terus bertambah dalam waktu dekat ini karena masih banyaknya pasien lainnya yang berstatus “suspek” dan berada dalam pengawasan ruang isolasi di sejumlah Rumah Sakit yang ditunjuk oleh Kementerian Kesehatan RI, antara lain RSPI Sulianto Saroso, RSUP Persahabatan dan RSPAD Gatot Soebroto.

Walaupun tingkat kematian dari virus Covid-19 ini tergolong rendah (2-3%), namun tingkat penyebarannya lebih tinggi bila dibandingkan dengan SARS dan MERS.

Berbagai upaya dilakukan oleh para peneliti untuk mencegah dan menemukan obat antivirus (Covid-19). Penelitian terkait pencarian antivirus ini juga dilakukan oleh tim peneliti UI dan IPB dari Departemen Kimia Kedokteran Fakultas Kedokteran UI (FKUI), Klaster Bioinformatics Core Facilities IMERI-FKUI, Klaster Drug Development Research Center IMERI-FKUI, Laboratorium Komputasi Biomedik dan Rancangan Obat Fakultas Farmasi UI, Rumah Sakit UI (RSUI), Pusat Studi Biofarmaka Tropika (Trop BRC) IPB dan Departemen Ilmu Komputer IPB.

Gabungan peneliti multidisiplin ini telah mengembangkan penelitian untuk menemukan kandidat antivirus corona dengan melakukan analisis big data dan machine learning dari basis data HerbalDB yang dikembangkan oleh Laboratorium Komputasi Biomedik dan Rancangan Obat Fakultas Farmasi UI sejumlah 1.377 senyawa herbal, kemudian dikonfirmasi hasilnya menggunakan metode pemodelan molekuler untuk dievaluasi aktivitas antivirusnya.

Adapun hasilnya telah disampaikan saat Seminar dan Workshop “Eksplorasi Bahan Herbal Kandidat Potensial Antivirus Corona: Analisis Big Data dan In Silico” yang diadakan tanggal 3-5 Maret 2020 di Fakultas Kedokteran UI.

Berdasarkan hasil skrining aktivitas terhadap ratusan protein dan ribuan senyawa herbal terkait dengan mekanisme kerja virus, diperoleh beberapa golongan senyawa yang berpotensi untuk menghambat dan mencegah virus Sars-Cov-2 (virus corona) untuk menginfeksi manusia.

Golongan senyawa tersebut antara lain hesperidin, rhamnetin, kaempferol, kuersetin dan myricetin yang terkandung dalam jambu biji (daging buah merah muda), kulit jeruk, dan daun kelor.

Hasil penemuan ini diharapkan bermanfaat bagi masyarakat untuk mencegah dan meningkatkan daya tahan tubuh dari serangan virus corona. Selain itu, sesuai dengan arahan dari Kementerian Kesehatan RI, WHO dan CDC, masyarakat tetap diprioritaskan untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat melalui rajin cuci tangan dengan sabun, menerapkan etika batuk/bersin, penggunaan masker bagi yang sakit flu/batuk.

Selain itu bila mengalami gejala Covid-19 maka dapat mengisolasi diri di rumah atau datang ke RS yang telah ditunjuk Kementerian Kesehatan RI. NB

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here