Upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memperbanyak sekolah luar biasa (SLB) negeri untuk memenuhi kebutuhan edukasi bagi anak difabel di Ibukota mendapat dukungan dari kalangan legislatif.

“Upaya penambahan SLB negeri perlu direalisasikan mengingat siswa berkebutuhan khusus atau difabel masih belum mendapatkan kualitas pendidikan yang baik. Sementara dengan kualitas dan fasilitas mumpuni dapat meningkatkan kreatifitas dan daya saing kaum disabilitas di tengah masyarakat,” kata anggota Komisi E DPRD DKI Rois Hadayana Syaugie

Karena itu, dia sepakat agar  jumlah SLB  harus segera ditambah dan disiapkan agar  semua dapat layanan pendidikan yang terbaik, termasuk anak-anak difabel ini..

Dikutip dari laman resmi DPRD DKI (15/02/2019), Dinas Pendidikan memastikan kuantitas SLB negeri di wilayah DKI Jakarta masih jauh dari jumlah ideal yang diharapkan dengan jumlah delapan SLB Negeri.

Idealnya, setiap satu SLB negeri ditempatkan per kecamatan dan dibangun dekat dengan tempat tinggal karena butuh pengawasan dari orang tua peserta didik.

Menyikapi hal tersebut, Rois menyatakan pihaknya setuju jika penambahan kuota SLB negeri harus diselaraskan dengan kuantitas tenaga pengajar untuk mengedukasi peserta didik difabel.

“Karena idealnya seorang guru hanya mengajar sampai delapan siswa SLB, ini yang harus diperhatikan,” ungkapnya.

Dengan demikian, Rois mendorong Dinas Pendidikan sebagai mitra kerja Komisi E dapat mematangkan segala persiapan penambahan kuota SLB negeri di Ibukota. Termasuk, pendirian izin bangunan hingga pengawasan kualitas tenaga pengajar yang tepat sasaran.

“Izin pendiriannya jangan ada yang bermasalah, fasilitas pendukung ajarnya jangan sampai kurang, guru-gurunya harus yang tahu menangani anak-anak berkebutuhan khusus ini,” tandasnya. | bg

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here