Berenang adalah  olahraga dan rekreasi yang populer. Berenang juga dapat memberikan sejumlah manfaat kesehatan, tetapi Anda harus waspada untuk jenis kolam  tempat Anda berenang.

Pasalnya, berenang di kolam yang dipenuhi dengan air yang diklorinasi dapat benar-benar meningkatkan risiko kanker kandung kemih dan menyebabkan kondisi buruk lainnya bagi kesehatan tubuh Anda Lainnya.

Klorin adalah bahan kimia yang biasa digunakan untuk mendisinfeksi air, seperti air di kolam renang. Jika klorin memasuki tubuh Anda, senyawa itu  akan bereaksi dengan air untuk menghasilkan asam korosif yang dapat merusak sel-sel dalam tubuh Anda.

Paparan bahan kimia yang keras ini seringkali dapat mengakibatkan gejala langsung, seperti mengi, batuk, sulit bernapas, sesak dada, sakit tenggorokan, dan iritasi pada saluran napas, kulit, dan mata.

Jika paparan jangka pendek terhadap klorin sudah dapat menyebabkan efek langsung, bayangkan apa yang bisa dilakukan paparan jangka panjang terhadap tubuh Anda.

Menurut sebuah penelitian di American Journal of Epidemiology, yang dikutip Healthnews, paparan bahan kimia kolam renang melalui inhalasi, konsumsi, atau penyerapan kulit dapat merusak kesehatan seseorang.

Para penulis mencatat bahwa peningkatan risiko kanker kandung kemih sudah dikaitkan dengan paparan klorin dalam air minum. Studi ini lebih lanjut menganalisis kegiatan terkait air lainnya sebagai kemungkinan penyebab kanker kandung kemih.

Akhirnya diketahui kalau kolam renang terklorinasi sering ditemukan mengandung jejak trihalomethane (THM), produk sampingan disinfektan yang dapat meningkatkan risiko kanker kandung kemih.

Berenang dalam air yang diklorinasi penuh THM dapat meningkatkan risiko kanker kandung kemih sebanyak 57 persen. Selain itu, THM cenderung memasuki tubuh Anda melalui kulit atau paru-paru Anda, yang bisa lebih berbahaya daripada masuk dengan menelan karena penyerapan kulit dan inhalasi memotong efek detoksifikasi hati.

Selain kanker kandung kemih, ada banyak risiko kesehatan lainnya yang melibatkan paparan klorin dan produk samping penyebab kankernya. Kondisi ini  mencakup risiko kanker kolorektal, kulit, dan hati, infeksi mata, masalah hati, masalah ginjal, dan masalah pernapasan, seperti asma dan epiglottitis. Dalam satu penelitian, paparan terhadap kolam yang diolah secara kimia yang memiliki konsentrasi bahan kimia di dalam kolam dengan kadar klorin dua hingga empat bagian per juta (ppm) dapat menyebabkan penyempitan di saluran udara paru-paru, yang mengakibatkan masalah pernapasan.

Menurut penelitian lain dalam jurnal Pediatrics, kadar khas klorin dalam air kolam ditemukan meningkatkan risiko terserang asma pada anak sebanyak enam kali.

Alternatif pembersihan yang aman untuk klorin

Klorin mungkin merupakan salah satu perawatan kimia paling populer untuk membersihkan air, tetapi tentu saja bukan itu saja. Ada cara lain untuk mendisinfeksi air yang jauh lebih aman daripada menggunakan klorin atau bahan kimia berbasis klorin.

Berikut adalah beberapa solusi yang lebih aman untuk membersihkan kolam renang Anda tanpa bahan kimia beracun.

Sphagnum moss. Anda dapat menggunakan sphagnum moss untuk melawan alga dan bakteri secara alami di kolam renang Anda.

Sistem pembersihan kolam pengion. Sistem ini beroperasi dengan mengalirkan listrik dengan tembaga dan perak untuk mengubah struktur listrik air di kolam Anda. Struktur yang diubah dapat mencegah pertumbuhan bakteri.

Sinar ultraviolet. Sinar ultraviolet (UV-C) dapat menghilangkan mikroorganisme tahan klorin dan meningkatkan kualitas air kolam Anda.

Jika Anda benar-benar tidak punya pilihan lain selain menggunakan klorin untuk membersihkan kolam renang Anda, batasi jumlah klorin yang Anda gunakan untuk konsentrasi rendah 0,5 ppm. Ini secara signifikan mengurangi risiko Anda dari efek samping berbahaya.|ng

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here